Senin, 17 Februari 2014

MANY KIND OF PUNK

Seminggu lalu pemuda berkulit sawo matang, berbadan rada bulat, wawasan agak luas, dan yang pasti dianugerahi oleh Tuhan sepasang telinga yang universal (syukuri itu!!) telah menulis tentang In Touch with Punkrock Music (klik disini). In touch with punkrock music merupakan sebuah artikel berupa ulasan tentang playlist, yeah we are what we hear!! Pemuda tersebut ialah Rizki Ryanda (nama sebenarnya disertai Sembiring). Review yang ditulisnya sangat rapi dan diklasifikasikan berdasarkan sub-genre sehingga menghidupkan kata “PUNX”. Thx dude. Karena itulah artikel ini saya wujudkan sebagai penyambung lidah agar semakin kejinya komposisi tentang punk. Artikel ini juga memotivasi saya untuk terus menulis dengan misi sebagai the next chapter - in touch with punkrock.

Dalam dunia punk, terdapat berbagai jenis punk yang mengusung ideologi berbeda-beda. Ada yang cinta damai dengan menjauhi segala bentuk kekerasan. Ada pula yang merasa bahwa suatu tindakan langsung memang dibutuhkan agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar mendapat perhatian dan didengarkan.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah banyak dari mereka (baca: yang menjadi bagian dari punk) telah melakukan kegiatan-kegiatan positif. Sayangnya, kegiatan positif itu tidak terlihat dibandingkan dengan yang negatif. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa apa yang mereka lakukan agak meleset sehingga image buruk terlanjur beredar di masyarakat. Kemudian, justru yang negatif inilah yang diadopsi oleh generasi muda dengan sembrono.

Atau, ada pula yang meski berlaku positif di satu sisi tetapi menampilkan sisi negative juga di sisi lain secara nyata dan gambling. Didorong pemikiran remaja yang masih mentah, kebebasan yang bertanggung jawab dalam punk mereka ubah menjadi kebebasan semau gue (suka-suka akunya atau terserahku lah).

Berikut jenis punk berdasarkan ideologi:

1.     Anarcho Punk
Termasuk salah satu komunitas yang sangat keras dan idealis dengan ideology yang mereka anut. Mereka menganut anti-otorian dan anti-kapitalis. Dapat dikatakan mereka menutup diri dengan orang lain dan kekerasan sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka bentrokan dengan sesama komunitas punk lain. Hal ini dikarenakan anarcho punk secara umum percaya terhadap tindakan langsung, meskipun ngewujudinnya bervariasi. Beberapa diantaranya percaya bahwa kekerasan atau kerusakan properti adalah suatu cara yang dapat diterima untuk mencapai perubahan social. Kekerasan itu semisal kerusuhan, pengrusakan, mengejek, melakukan penyerangan, sabotase, dan yang paling ekstrem yakni pengeboman.

Di sisi lain, banyak dari para anrcho punk adalah pendukung isu-isu hak hewan, kesetaraan ras, anti-homofobia, feminism, enviromentalisme, otonomi pekerja, gerakan anti-perang, dan gerakan anti-globalisasi. Anarcho punk juga mengkritik lemahnya gerakan punk itu sendiri dan budaya pemuda yang lebih luas secara umum.

Beberapa anrcho punk yang lurus mengklaim bahwa tembakau, obat-obatan, dan seks adalah alat penindasan dan perusak diri. Hal ini dikarenakan hal-hal tersebut dapat membuat pikiran terjebak di awing-awang dan menimbulkan bentuk penindasan jenis lain. Maka, seorang anarcho punk berusaha menjauhi hal-hal tersebut.

Sementara itu, beberapa anarcho punk terutama di Amerika Utara, berusaha menggunakan proses pemilihan untuk membawa daerah masing-masing lebih dekat dengan anarkisme. Meskipun mereka ga bakal bersedia menjadi anggota partai anarkis. Sebagai band yang berasal dari anarcho punk antara lain Crass, Conflict Flux of Pink Indians, Icon of Filth, Chumbawamba, Rudimentary Peni, Dead kennedys, Extreme Noise Terror, Subhumans, A.P.P.L.E, A//Political, Againts Me, dan Behind Enemy Lines.


2.     Crust Punk
Crusties merupakan istilah untuk anggota sub-kultur yang sekarang lebih dikenal dengan istilah crust punk yang merujuk pada punk jalanan atau penghuni liar. Crusties pernah menjadi tren bahkan sempat menjadi subset internasional. Ketika itu yang paling luas terjadi di Inggris pada akhir 1980-an dan awal 1990-an.

Anggota crust punk terkenal berpenampilan kusut dan kritikannya yang pedas. Mereka juga suka melakukan protes di jalanan, mengemis, penghuni liar (penghuni illegal tempat, property, atau rumah kosong milik orang lain), melompat naik ke kereta, penghibur jalanan, dan tuna wisma muda.mekipun berpandangan politik longgar, crusties yang anarkis atau anarko-promitif, menolak konsumerisme reusing. Mereka memilih hidup dari limbah masyarakat. Hidup dekat dan menyelam diantara sampah merupakan realisasi dari pemanfaatan sumberdaya yang tidak terpakai dan tindakan politik dalam diri para crusties. Banyak crusties yang yang bergaya hidup bermigrasi mengambil pekerjaan sementara atau musiman seperti panen tanaman. Pekerjaan yang tidak tetap tersebut sering membuat mereka tampak sebagai pengangguran.

Band yang termasuk dalam crust punk di England antara lain Amebix, Anti System, Antisect, Concrete Sox, Deviated Instinct, Doom, Sore Throat, Extinction of mankind, Extreme Noise Terror, Hellbastard, dan Electro Hippies.
Sementara di USA antara lain Anti-Product, Antischism, Aus-Rotten, Behind Enemy Lines, Born/Dead, Capitalist Casualties, Caustic Christ, Destroy, Disrupt, Dropdead, Dystopia, Early Graves, Filth, From Ashes Rise, His Hero Is Gone, Initial Detonation, Nausea, Phobia, Toxic Narcotic, Tragedy, Trap Them, Witch Hunt, dan World Burn to death.
Sementara itu di Swedia ada Disfear, Driller Killier, Skitsystem, dan Wolfbrigade. Band lainnya Iskra dan Curse (Canada), Gallhammer (Japan), Hiatus (Belgium), dan Fleas and Lice (Netherland).


3.     Glam Punk
Para anggota dari komunitas ini merupakan para seniman yang pengalaman sehari-harinya dituangkan sendiri dalam berbagai macam karya. Mereka menjauhi perselisihan dengan sesame komunitas maupun orang lain.

Band glam punk yang berpengaruh adalah New York Dolls dengan penampilannya yang androgini. Band lainnya yang terkenal sebagai glam punk diantaranya Hanoi Rocks, Manic Street Preachers, and D-Generation.


4.     Oi
Oi biasanya terdiri dari para hooligan (istilah yang digunakan sejak pertengahan 1890-an. Ketika itu dipakai untuk menggambarkan nama sebuah geng jalanan di London). Oi berarti hey atau hello dalam aksen cockney di England. Mereka sering membuat keonaran di berbagai tempat, terlebih lagi di setiap pertandingan sepakbola. Orang yang melihat rendah pada kaum elit atau orang yang bekerja sepanjang hari sebagai budak gaji maupun orang yang selalu merasa berbeda dapat dikaitkan dengan oi.

Ketika bermusik, orang sering beranggapan bahwa oi identic dengan skinhead, sementara skinhead identic dengan rasisme. Hal ini mengakibatkan kesalahpahaman muncul yang menganggap oi adalah musik rasis. Padahal, musik oi tidak memandang perbedaan ras, warna, dan kepercayaan. “Oi music is about having a laugh and having a say, plain, and simple…”

Beberapa band pertama yang secara eksplisit diberi label sebagai oi adalah Cockney Reject, Angelic Upstarts, dan The 4-Skins yang kemudian diikuti band-band seperti The Business, Blitz, The Blood, Combat 84, The Burial, dan The Oppressed.


5.     Queercore
Queercore adalah budaya dan gerakan social yang dimulai pada pertengahan 1980-an sebagai sebuah cabang dari punk. Anggotanya terdiri dari orang-orang yang pada umumnya “sakit” yaitu para lesbian, homoseksual, biseksual, dan para transeksual. Queercore mengekspresikan dirinya dalam gaya do it yourself (DIY) melalui majalah penggemar, music, menulis, seni, dan film.

Ketika bermusik, mereka mengeksplorasi tema prasangka dan masalah-masalah seperti identitas seksual, identitas gender, dan hak-hak individu. Pada tataran lebih umum band-band menawarkan sebuah kritik masyarakat endemic untuk posisi mereka didalamnya. Liruknya kadang secara halus penuh perasaan, terkadang juga serius.

Kelompok queercore mencakup banyak genre seperti hardcore punk, synthpunk, indies rock, power pop, new wave, noise, ekspremental, yang bersifat industry atau lainnya. Isu pertama dirilis pada tahun 1985, dengan sebuah manifesto berjudul “Don’t Be-Gay” yang diterbitkan dalam majalah penggemar Maximum RocknRoll yang kemudian menjadi inspirasi dan diikuti oleh majalah lainnya, seperti Holy Titclamps yang disunting Larry-bob, Homocore oleh Tom Jennings dan Deke Nihilson, Chainsaw dan Outpunk yang kemudian beralih fungsi menjadi label musik.


6.     Riot Grrrl
Riot Grrrl merupakan gerakan punk feminisme bawah tanah yang dimulai awal tahun 1990-an. Riot band grrrl sering mengangkat isu-isu seperti pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, seksualitas, dan pemberdayaan perempuan. Beberapa band yang berhubungan dengan gerakan ini, yakni Fifth Clumn, Bikini Kill (salah satu personilnya merupakan mantan kekasih Kurt Cobain – Nirvana), Bratmobile, Jack of Jill, Excuse 17, Heavens to Betsy, Huggy Bear, Adickdid, The Third Sex, Sleater-Kinney, dan juga queercore yang lesbian seperti Team Dresch. Para anggota riot grrrl kebanyakan berasal dari Seattle, Olympia, dan Washington DC.


7.     Scum punk
Scum punk menamakan anggotanya dengan sebutan straight edge scene (baca: straight edge). Mereka sangat peduli dengan kenyamanan, kebersihan, kebaikan moral, kesehatan, menghargai diri sendiri juga orang lain. Mereka berusaha tidak mengkonsumsi zat-zat yang dapat merusak tubuh mereka sendiri.

Scum punk mencoba menggabungkan antara kehidupan keras dengan music punk yang sama kerasnya. Banyak pengikutnya terlibat dalam penulisan tentang hal yang “tabu” antara lain termasuk inses, perkosaan, pedofilia, melukai diri sendiri, bestialti, homoseksualitas, pencurian, penggunaan narkoba, dan perilaku anti sosial. Di sisi lain, terdapat pro kontra dalam scum punk karena mereka memiliki filosofi life hard die young. Hidup mereka hanya untuk hari ini, tidak terlalu memikirkan masadepan.


8.     Skate punk
Skate punk dimulai pertengahan 1980-an di California. Ketika itu, bermain skateboard semakin popular dan dianggap sebagai bentuk perlawanan. Dinamai skate punk karena kegemaran anggotanya dalam bermain skateboard. Band-band yang termasuk dalam gelombang pertama, yaitu RKL, NOFX, Stalag 13, dan Suicidal Tendencies. Sementara yang berpengaruh adalah Black Flag, JFA, Agent Orange, dan Minor Threat.

Adanya tumpang tindih yang signifikan antara suara skate punk dan bentuk lain dari punk, membuat banyak band dari skate punk juga termasuk ke dalam genre seperti pop punk,, melodic hardcore, hardcore punk, dan thrashcore.


9.     Ska punk
Ska punk merupakan gabungan antara punk dengan music asal Jamaica yang biasa disebut dengan reggae. Mereka juga memiliki jenis tarian tersendiri yang bias mereka sebut dengan skanking atau pogo. Tarian enerjik ini sesuai dengan musik dari ska punk yang memiliki beat-beat yang cepat. Band-band yang mengawali ska punk diantaranya The Specialist, The Selecter, The Beat, dan Madness.


Cheers,
-GJG-


Referensi:
Danu - vox Morning Horny,
Rocky Swagel.

IN TOUCH WITH PUNKROCK MUSIC (Oleh Rizki Ryanda)

Ini catatan seorang kawan yang sudah memberi keluwesan untuk saya sadur kembali (repost). Artikel asli dapat dijumpai di:
Kali ini, saya mencoba untuk mendengarkan kembali segala yang berbau “Punk Rock”. Saya akan mengulas lagu-lagu dari beberapa sub-genre punk rock (mohon maaf bila nantinya ada yang merasa bahwa ada beberapa lagu yang “salah genre”, soalnya list ini disusun berdasarkan opini saya pribadi). Notes kali ini agak panjang, soalnya ternyata ada lumayan banyak lagu yang saya suka. Langsung saja, 1…2…3... Go!

Punk Rock
1. The Germs – Land of Treason
The Germs. Tempat pelarian bagi seorang Darby Crash untuk menyalurkan isi kepalanya. Lagu ini merupakan salah satu penanda awal musik punk rock, cermati betapa marahnya Darby akan penguasa yang selalu menginjak-injak. Sayang Darby meninggal terlalu cepat. Rest in Peace.

2. The Middle Class – Out Of Vogue
Hanya butuh tepat 60 detik untuk memuntahkan amarah kepada mereka yang selalu menindas “the middle class”. Salah satu lagu punk dengan beat tercepat yang pernah saya dengar.

3. Punkasila – KOPASSUS
Gerombolan sinting asal Yogyakarta (YK) ini hanya memberitahu kita kepanjangan dari kata KOPASSUS. Ditambah sample bunyi berondongan dan kaca pecah di awal, lagu ini gila!

4. X – Sex and Dying in High Society
Terasa sekali nafas awal punk rock di lagu ini. Lahir di medio 80an, semangat dari lagu ini masih terasa sampai sekarang. Oh, dan Japandroids meng-cover lagu ini dengan tak kalah keren.

5. Black Flag – Rise Above
Yup, Black Flag. Salah satu dedengkot music punk. Apakah saya perlu menjelaskan lagi kekuatan dari lagu “Rise Above”?

Skate Punk
6. Antiseptic – Tuan
Sebelum membentuk Waiting Room dan Superglad, Lukman a.k.a Buluk ternyata tergabung dalam Antiseptic, sebuah band dari Jakarta. Kata mereka, “Percuma tuan banyak bicara, , kalau hanya untuk mengharumkan nama!”

7. NOFX – Linoleum
Salah satu tembang skate punk terbaik yang pernah saya dengar. Fat Mike dkk sukses membawa skate punk ke ranah internasional, dan efeknya, saya jadi suka lagu ini. Tapi tunggu, sebenarnya mereka bernyanyi tentang apa sih?

8. Bequiet – Who Stole My Bike?
Sama seperti Buluk, jauh sebelum Jimi Multhazam membentuk The Upstairs dan Morfem, dia lebih dulu bermain drum di Bequiet. Terasa sekali aransemen yang masih mentah dan sangat-sangat-sangat penuh dengan energi. Hayo ngaku, siapa yang mencuri sepeda motornya si Jimi?

9. Not Available – Green Car
Grup asal Jerman ini ternyata punya sebuah mobil hijau tua yang dibeli di tahun 1940, dan mereka menamainya “oldie”. Tema yang unik untuk sebuah lagu!

Pop Punk
10.  The Bahamas – Pesta 
Saya pertama kali mendengarnya dari album kompilasi “New Generation Calling”. Lagu ini lumayan keren pada zamannya, sing-along-able, tapi sangat tidak murahan. Impressive!

11.  The Offspring – Pretty Fly 
Ah, The Offspring. Salah satu jawara Punk di era 90an ini melantunkan hitsnya dan membawa panji skate punk dan pop punk ke telinga yang bisa diterima orang awam. Mendengarkannya serasa membawa saya kembali ke kelas 1 SD.

12.  Superglad – Nona Malam 
Di lagu ini, buluk bernyanyi dengan merdu (menurut saya). Metafora “nona malam” yang digunakan terasa begitu pas, dan kita tahu bahwa superglad hanya ingin nona malam yag itu, tolong jangan dioper lagi ke orang lain. Ngomong-ngomong, saya suka dengan intro drum nya.

13.  Endank Soekamti – Berpacu Dalam Melodi 
Yak, pasukan anak bandel dari Jogja ini sekarang menjelma menjadi salah satu grup musik terkreatif di belantara Indonesia. Erik cs selalu mengajarkan kita untuk selalu jamming, sumbangkan kreasi, dan intinya, berpacu dalam melodi. Ditambah sedikit ragamuffin dari Heru (vokalis Shaggydog), tembang ini apik dab! 

Celtic Punk
14.  Dropkick Murphys – The Gang’s All Here 
Berhasil menggabungkan musik tradisional skotlandia dan musik punk rock, merupakan sesuatu yang keren. Ambil segelas besar bir, gandeng tangan teman-teman satu geng kalian, dan ayo joget!

15.  Flogging Molly – Oliver Boy (All Of Our Boys)
Tidak hanya Dropkick Murphys yang punya ide inovatif seperti yang saya sebutkan di atas, ternyata Flogging Molly juga. Seru juga rasanya, mendengarkan beat lagu punk, tetapi ditambahi alat musik tradisional dan koor masal.

Gypsy Punk
16.  Gogol Bordello – Wonderlust King 
Saya pernah membahas lagu ini di ulasan saya sebelumnya. Gabungan musik punk dan irama musik dari Eropa Timur sana, membuat Gogol Bordello menjadi unik diantara grup musik yang lain. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, mendengarkan lagu ini membuat saya teringat scene awal di film “Borat” J

Ska Punk
17.  Kemuri – PMA (Positive Mental Attitude) 
Pasukan dari Jepang ini benar-benar pintar meramu cepatnya tempo musik punk, dengan bebunyian aneh bin ajaib brass section. Dan mereka juga membuktikan, menjadi keren itu tidak harus mencoba hal-hal negatif. Live with a Positive Mental Attitude!

18.  Insyderz – Awesome God 
Buat anda yang suka dengan lagu-lagu rohani dan gerejawi, tapi disatu sisi anda juga suka dengan musik Punk Rock, jangan kuatir. Insyderz punya cara keren untuk memuji Tuhan. Lagu ini buktinya! Our God, Is totally awesome. 

Oi!
19.  Sham 69 – If The Kids Are United 
Salah satu tembang yang mengawali pergerakan “Oi!”, rasanya anda akan mengajak semua teman satu geng anda untuk berteriak bersama menyanyikan lagu ini.

Queercore
20.  Hunx and His Punx – Egg Raid On Mojo 
Queercore lebih merupakan identitas, daripada sebuah genre musik. Menjadi “tidak straight” bukan berarti menutup pintu kreativitas seseorang. Seth Boggart begitu apik menyanyikan lagu ini, terdengar jelas semangatnya yang begitu tinggi. 

Folk Punk
21.  Violent Femmes – Out The Window 
Beginilah jadinya jika musik punk dibawakan dengan set akustik, dan diinfus dengan nafas-nafas musik folk. Terdengar seperti anak kampung sebelah yang membawakan musik asal-asalan dengan gitar kopong, tetapi lagu ini tetap terdengar keren di telinga saya.

Punkabilly
22.  The Living End – Carry Me Home
Apa yang akan terjadi jika Stray Cats jamming bareng dengan NOFX? Trio asal Australia ini memasukkan begitu banyak lick dan membuat lagu ini sangat kaya, cepat, dan bikin pusing mama saya. Keren, tentunya.

Horror Punk
23.  That’s Rocketfeller – Sweet Mary Jane
Memang di Indonesia musik seperti ini masih jarang dibawakan. Tapi percayalah, sekali mereka main di panggung dan membawakan lagu ini, rasanya hari menjadi malam jumat kliwon dan Hantu Suzanna muncul bergentayangan.

24.  Misfits – Last Caress
Siapa yang tidak kenal Misfits? Ini merupakan mbah-nya horror punk. Lagu ini terbukti ampuh membawa musik punk ke ranah yang lebih “seram”. Saya pun agak bergidik dengan mendengar lirk “I got something to say, I killed your baby today”.

Hardcore Punk
25.  Bad Brains – Pay To Cum 
Kalau Grunge punya Mudhoney, Hardcore [punk] punya Bad Brains. Lagu ini merupakan salah satu cikal bakal terciptanya musik Hardcore, dan kalau dipikir-pikir, judulnya lumayan unik juga.

26.  Suicidal Tendencies – Institutionalized 
Anda hanya akan mendengar ocehan dan teriakan cyco mike di sepanjang lagu ini, dimana dia terus membuktikan bahwa dia tidak gila dan tidak butuh dimasukkan ke tempat rehabilitasi. Salah satu  lagu tersulit dalam game “Guitar Hero II”.

27.  Something Wrong – Pancen Asu 
Sesuatu yang special dan unik ada di band ini. Berprofesi sebagai crew dari Shaggy Dog dan operator salah satu SPBU, tidak membuat mereka hilang kreatifitasnya. Dengan lirik yang seluruhnya menggunakan bahasa jawa, mereka memaki semua yang munafik, dankakean cangkem. Dengan merilis boxset yang berisi begitu banyak merchandise, mereka layak saya nobatkan sebagai salah satu band jogja yang berbahaya. Pancen, Pancen Asu!

Riot Grrrl
28.  Bikini Kill – Rebel Girl 
Bukan hanya kaum adam yang dapat mendominasi musik punk rock, ternyata kaum wanita juga. Salah satu generasi pertama skena “Riot Grrrl”, lagu ini merupakan anthemnya.

29.  Bratmobile – Gimme Brains
Senada dengan Bikini Kill, Bratmobile juga membuktikan bahwa wanita bukan hanya bisa di dapur saja. Tipikal lagu-lagu Riot Grrrl angkatan awal, tetapi ini salah satu yang terbaik. Dan saya mulai berpikir, bahwa band-band Riot Grrrl dulu memiliki nama yang “lucu-lucu”

30.  7 Year Bitch – Cats Meow
Dengan nama yang kontroversial, 7 year bitch membawa sound Riot Grrrl ke arah yang lebih berat lagi. Mungkin dapat disandingkan dengan lagu-lagu grunge pada saat itu, tetapi inilah lagu Riot Grrrl favorit saya.

Punk bukan harus berarti pemberontakan. Punk adalah sebuah ideologi.
Feel free to comment, tag and un-tag.


Cheers,
-GJG-

Sumber penuh:
Rizki Ryanda melalui catatan facebook pribadinya.


Rabu, 29 Januari 2014

TIPS TUGAS AKHIR

Seberat-beratnya perjuangan ngangkat barbel pake titit,
masih lebih berat perjuangan mahasiswa yang sedang garap tugas akhir.

Saya menyebutnya Tugas Akhir (TA) supaya artikel ini universal, bisa berlaku untuk mahasiswa D3. Serta ga berhak sombong untuk menyebut disertasi atau apalah itu yang sejenisnya.

Banyak problem ketika akan menggarap TA, apalagi kalau kamu baru the end sama pasanganmu. Bisa juga ketika sedang TA-TAnya semangat jiwamu, orangtuamu di kampung angkat tangan soal biaya dan kamu harus menulis TA sambil part time di warung kopi atau jaga warnet.

Ini tertulis dari pola otakku yang sedemikian longgar, tapi berwawasan kepaksa karena juga sedang mengalami masa-masa suram garap TA. Ternyata sebetulnya problem umum bikin TA adalah kekaburan si pembuat TA mengenai beda topik dan tema. Harus jelas bedanya. Topik adalah pokok bahasan. Biasanya cuma satu kata, yakni kata benda maupun gerund (kata benda bentukan dengan imbuhan ke-an). Rokok, permen, meja, dll kata benda, atau gerund seperti ke-cantik-an, ke-gemuk-an, dll. Bentukan ke-an bisa dijadikan topik.

Pilihlah topik yang kamu betul-betul suka. Atau kalau diberi pilihan oleh pembimbing, pilihlah yang kamu masih ada suka-sukanya. Kalau kamu ga suka karedok, tapi masih suka kacang panjang, kol, dan timun…ya sudahlah embat saja daripada kamu makan serabi yang ga ada timun-timunnya sama sekali itu. Dalam falsafah Ki Ageng Suryo Mentaram (dari Bukunya Sujiwo Tejo), yang disebut mulur mungkret intinya seperti itu juga. Pilihlah yang kamu paling suka, seapes-apesnya masih ada yang kamu sukai. Mungkin dulu kamu berangan-angan menikahi perempuan yang putih muluuuss dan kecantikannya gabungan antara Tika Putri, Asia Carera, dan Britney Spears, tetapi ternyata ga dapet. Ya nikahlah dengan wanita asalkan putih mulus. Kalau ga ada wanita yang putih mulus, ya nikahlah sama wanita. Kalau ga ada wanita, ya nikahlah dengan apapun lawan jenis asalkan hidup. Begitu juga dengan topik. Jangan terlalu maksakan yang kamu suka. Pilihlah usulan-usulan topik pembimbing dengan ilmu mulur mungkret.


Tapi jika kamu suka banget, suka puoool terhadap suatu topik, dan yakin bisa all out ngerjain karena suka, ngototlah pada pembimbing akan topik itu. Makanya jangan sampai musuhan sama dosen pembimbing. Percaya deh…mending kamu musuhan sama FPI daripada musuhan sama dosen pembimbing. Kalau kamu ga musuhan, kamu bisa ngentot (eeeh ngotot) mengajukan topik yang kamu sukai. Gimana? Pusing? Kalau pusing mending hang out dulu, siapa tahu disana kamu ketemu minimal wanita yang putih muluuuussss. Hhh…

Ada pun (cieeeeileeh bahasanya sok yoi). Tema adalah apa yang ingin kamu kerjakan dari suatu topik. Paling enak tema adalah kalimat dengan kata kerja aktif. Katakanlah tema itu adalah gimana perempuan yang sudah menikah 10 tahunan atau seorang janda kembang bisa tetap aktif di ranjang. Itulah kalimat tema. Tema inilah yang akan membedakan TA seseorang dengan lainnya, meski topiknya sama, yaitu “perempuan”. Dari topik “perempuan” kita bisa bikin tema:
    1) Sanggama dengan perempuan sangat merepotkan.
    2) Mengecilkan dada perempuan bukan tidak bermasalah, bisa juga ditentang.
Wah buaaaanyaak banget tema yang kita bisa buat dari topik “perempuan”. Coba deh kalian bikin tema sendiri, lalu chat-private messages ke aku.
Oke, tks atas usulan tema-temamu wahai dosen pembimbingku yang non-mainstream. Aku lanjutkan yaa…
Dengan topik yang kamu suka, dan dengan tema yang bisa mengarahkan kerja penulisan, sebetulnya TA-mu uda 90% rampung. Judul gampang. Setelah topik dan tema ketemu, penjudulan bisa kalian pikir-pikir sambil main, jalan-jalan, dekapan, dll.

Ini kelihatannya remeh-temeh. Tapi masih banyak yang pemahamannya rancu soal topik dan tema. Di perpus apalagi, buaaaanyyaaaak banget yang nyebut tema, padahal maksudnya topik. Dengan topik aja kamu ga bisa mulai garap TA. Contoh, dengan topik “rokok”…modyaarr kamu mau nulis TA apa dan gimana? Contoh tema dari topik rokok: “Saya ingin menulis pendapat pengasong rokok di Pulau Tarakan…” dll. Setelah topik “rokok” kamu kasih tema, misalnya: Saya ingin menjelaskan lika-liku industri rokok di Kudus… Baru kamu dapat menulis TA.

Once again, sampai sekarang tema dan topik masih rancu. Banyak spanduk seminar mencantumkan tema: Narkoba. Lha ini sebetulnya baru topik, bukan tema. Dengan tema seminar “Narkoba”, pembicara dan panitia bingung mau ngomong segi apanya? Itu topik dan masih luas banget. “Mencegah meluasnya penyalahgunaan Narkoba di lingkungan rumah sakit”, nah itu baru tema. Artinya kita dikasihtahu harus ngapain dengan topik Narkoba.

Aku bukannya mau merendahkan pelacur. Aku cuma mau cerita, Juni 2013 waktu ikut kawan-kawan dari Stupid Again (SAYKpunx) meliput pelacuran di jalur Pantura dalam misi pembuatan videoklipnya, ada seorang perempuan yang tatapannya kosong dan diam saja disuatu pagi di rumah bordir. Saya Tanya kenapa kok diam saja. Lalu jawabannya? “Wah, hari ini saya ga punya tema, Mas,” katanya.

Hah…gila. Masa’ mahasiswa kalah dengan pelacur bisa ngomong seperti itu karena pergaulannya yang luas dengan para penyair dari Yk, Bdg, maupun Cirebon (Crb). Dia ga bisa berbicara, bukan karena ga punya topik, tapi karena ga punya tema. Dia mending ga berbicara daripada ngomong ngglambyar (melebar). Jadi jangan ngglambyar sampai ke pasar-pasar dan jalan tol kan, tapi ada batas yang jelas karena bola memiliki tema.

Intinya kalau skripsi S1 tuh bagaimana menerapkan rumus. Tesis S2 bagaimana menggunakan rumus untuk keperluan lain serta mengkait-kaitkan hubungan rumus yang satu dengan yang lain. Disertasi S3 bikin rumus. S1 adalah lapangan bola, S2 adalah kotak penalti, S3 adalah titik penalti. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin sempit ruang lingkupnya, semakin jelas temanya. Karena itu semakin tajam dan menentukan. Jadi sebelum menendang gol melalui titik S3, selesaikan dulu TA-mu di tingkat lapangan. Bayangkan bahwa kekasihmu sedang melambai-lambai di pinggir lapangan bola dengan rambut ekor kuda, berkacamata hitam, dilapisi jaket jins bermotif leopard dan melonjak-lonjak menyaksikan pergumulanmu dengan wasit, yaitu dosen pembimbingmu. Sekian ~


Cheers,
-GJG-

Rabu, 15 Januari 2014

ASIA CARRERA IS A LEGEND

Sebagian mungkin ga ngenal (atau pura-pura ga ngenal) siapa Asia Carrera, sebagian lagi mungkin akan mencemooh. Asia Carrera (lahir 6 Agustus 1973) memang terkenal sebagai artis film porno Amerika (walau saat ini telah pensiun dari kegiatan tersebut). Wajahnya yang oriental termasuk sangat populer pada tahun 1990-an, tentu saja sebagai pemain film porno. Tetapi tahukah Anda, banyak hal lain yang mengagumkan pada dirinya? Yang tidak ada hubungannya dengan adegan seks yang sering dimainkannya.


Tapi ga banyak yang tahu ia bisa memainkan komposisi bach dengan piano di usia 13 tahun. Dia mengambil studi ekonomi dan bahasa jepang di Rutgers. IQ-nya 156 dan merupakan dua persen orang terjenius di dunia. 

Asia Carrera berdarah campuran Jepang dan Jerman, tumbuh besar di kota New Jersey, Amerika Serikat. Ia mempelajari piano, dan pada masa kecilnya sudah pernah tampil dua kali di Carnegie Hall, salah satu tempat bergengsi pertunjukan musik di New York. Ia mendapatkan beasiswa pendidikan di Rutgers University. Sebagai informasi, banyak lulusan Rutgers yang menjadi orang hebat, seperti Profesor Milton Friedman yang pernah memenangkan nobel di bidang Ekonomi, artis Kristin Davis (pemeran Charlotte dalam film seri Sex and the City), dan masih banyak lagi.

Ga hanya itu, Asia Carrera juga merupakan anggota Mensa, sebuah perkumpulan orang-orang ber-IQ tinggi di seluruh dunia. Idola Asia Carrera adalah salah satu investor terbesar dunia: Warren Buffett. Asia Carrera juga pernah menjadi reviewer pada majalah terkenal Maximum PC.

Jelas dari sisi edukasi, bakat, skill, wajah dan postur tubuh, Asia Carrera sangat berpotensi untuk berprofesi lebih “terhormat” dibandingkan menjadi artis film porno, ia bisa saja meniti karir akademis yang cemerlang atau selebritis tanpa label porno. Bukan rahasia lagi, banyak orang menganggap profesi bintang porno diperuntukkan bagi mereka yang kekurangan modal otak dan skill, dan hanya kebetulan memiliki wajah dan tubuh menjual. Asumsi ini jelas runtuh jika kita berbicara tentang Asia Carrera.

Di dunia "perpornografian" keberadaan Asia Carrera termasuk legendaris. Wanita berkebangsaan Amerika Serikat (USA) ini dikenal sebagai bintang film porno terseksi dan terpanas sepanjang abad ini. Bukan sekadar artis semata, Asia Carrera adalah seorang marketing profesional yang ahli mengelola manajemen film blue. Untuk memuaskan para penggemamya, Carrera selalu meluangkan waktu untuk menjawab semua e-mail masuk yang mempertanyakan tentang dirinya. Dan secara bersamaan, ia pun menjual karya-karya film blue-nya ke seluruh dunia.

Sejak menjadi bintang film blue, Asia Carrera sudah memerankan sebanyak 250 film blue. Angka ini mengalahkan bintang film porno lainnya, di antaranya Jade Marcela, bintang porno asal Indonesia. Carrera mempunyai berbagai jenis dap adegan film porno, dari gaya konvesional sampai modern.

Berbicara mengenai profesi yang membuatnya terkenal, Asia Carrera mencintai pilihannya, dan apa yang dilakukannya. Ia seorang yang sangat addicted dalam bekerja atau istilah kerennya: workaholic. Ia bahkan membuat website-nya sendiri.

Sumber: Kaskus

"Mungkin hikmah yang dapat diambil dari seorang Asia Carrera adalah, hargai pilihan seseorang dan jangan mendiskreditkan pilihannya. Saat melihat seseorang bahagia dan dapat bertanggung-jawab pada pilihannya, kita perlu juga bertanya pada diri sendiri, apakah kita bertanggung-jawab dan bahagia dengan pilihan kita? Dalam beberapa hal, Asia Carrera memang pantas menjadi tokoh idola".

Cheers,
-GJG-

THE PUNK CODE (dengan Danu MH)


Skip basa-basi, berikut adalah poin-poin respon terhadap beberapa hal yang perlu saya tambahkan pada blog ini dirilis:

1. Saya ga habis pikir jika ada yang beropini bahwa saya membuat banyak aturan dan kemudian menyuruh saya diam. Seperti layaknya fanzine, blog ini merupakan blog pribadi, bukan portal umum. Semua yang ditulis disini merupakan perspektif personal, ditulis di blog personal. Bukan khotbah sejuta umat pada media massa satu channel yang siap mencuci banyak otak. Oleh karenanya saya ga punya kepentingan untuk mengedit tulisan atau bahkan menghapusnya. Perdebatan adalah bagian dari tulisan saya kemaren, sesampah apapun itu. Jadi, komentar yang menyuruh orang-orang berhenti berdebat atau diam di ruang yang bukan milik kalian itu sama sekali ga ada gunanya, meski memang saya ga akan membalas atau menghapus komen-komen bernada seperti itu. Jika kalian ga menyukai banyak hal yang saya tulis di sini, sudah seharusnya kalian membuat media kalian sendiri dan menulis pendapat kalian tentang apapun yang kalian suka disana. Jika kalian membenci saya atau apapun yang saya tulis, ga seharusnya kalian mampir disini dan pergunakanlah waktu berharga kalian untuk hal-hal lain yang lebih penting. Sesederhana itu.

2. Pendapat itu seperti lubang pantat. Sebau apapun, setiap orang punya satu. Saya ga pernah mengklaim sebagai yang paling benar, dan ga pernah berniat membuat sebuah daftar FAQ tentang punk atau kitab suci punk karena memang ga akan pernah ada. Punk selalu personal, oleh karenanya ga pernah ada yang seragam. Justu karena individualisme punk itulah saya menulis opini saya tentang sesuatu (dalam hal ini perihal ideologi), sekali lagi, di blog saya sendiri. Yang saya tulis merupakan pandangan pola pikir yang seperti layaknya berjuta opini diluar sana, beberapa orang sepakat, beberapa lain ga setubuh.

3. Saya besar bersama punk yang saya ketahui. Sedikit banyaknya berjasa membentuk dan membuat saya sampai kuat di hari ini, karena jatuh-bangkit berlandaskan semangat punk. Dan satu-satunya kontribusi balik saya bagi punk adalah berbagi nilai-nilai yang saya pahami dan sepakati dengan beberapa lainnya. Senihil apapun makna itu hari ini, saya terlanjur yakin bahwa punk bukan sekedar pilihan selera musik. Yang saya tekankan pada tulisan/artikel di blog ini adalah soal prinsip ideologi yang selalu disalahpahamkan. Bukan hal lain. Saya ga punya hak mengganggu gugat bagaimana seharusnya mereka memainkan musik, harus bersuara seperti apa musik punk, atau harus terlihat seperti apa mereka. Thats pointless. Kebebasan berekspresi sudah seharusnya mutlak milik punk dan ga penting dipersoalkan dengan prinsip punk yang saya pahami tentang otoritas. Saya ga paham juga mengapa isu belok jadi soal debat apakah punk itu boleh bernuansa pop atau ga. Atau isu ‘hiphop’ mengadu domba ‘punk’ yang sungguh terdengar menggelikan di era seperti sekarang dengan scene yang berjalan sejauh ini. Bagaimana bisa seseorang menghembuskan isu gogon sedangkal dan sehina itu?

4. Isu tentang mereka bermusik dengan pop sudah menjadi bahan perbincangan dimana-mana, di angkringan dimanapun dengan nada dan sentimen yang sama sebelum saya menulisnya di blog. Tuduhan bahwa saya yang mengakibatkan semua isu punk ini sama sekali mengada-ada, apalagi isu niatan menghancurkan ‘karir’ sebuah band. Sebuah band dengan basis fans sebesar Morning Horny ga akan runtuh oleh sebuah tulisan pendek di blog kecil di samudera informasi seperti hari ini. Satu-satunya yang saya harapkan untuk runtuh adalah keyakinan kalian menggantungkan hidup pada otoritas korup.

5. Saya dan Danu (frontman Morning Horny) bertemu dan berbicara beberapa hari kemarin tepatnya Selasa malam di kosan saya. Yang ga banyak orang paham bahwa kami berkawan. Sulit untuk ga saling kenal di scene di kota sekecil Yogyakarta (Yk) terutama dengan teman mutual kami sebanyak itu. Seperti mengenal banyak kawan lainnya, sebuah kehormatan pernah berkenalan dengan orang seperti Danu dimana kami bisa bertukar pikiran, argumen dan pandangan. Perbedaan ga perlu disamakan, toh jalan yang kami tempuh ga sama. Tapi bukan artinya kami ga bisa berteman apalagi sekedar nangkring di skate spot dan berbagi kopi, meski Danu maunya beer. Yang ga saya paham, gimana bisa artikel kecil soal prinsip ideologi yang selalu disalahpahamkan bisa berujung pada isu gosip murahan tentang saya yang menantang tarung fisik personil Morning Horny? Menyebarluaskan fitnah tentang hal-hal yang bahkan ga saya tulis di blog ini. In the end of the days, we’re just regular guys who walk the walk, talk the talk. Saya jalan dengan keyakinan saya, ia dengan prinsipnya. Kadang di satu titik bersinggungan, di titik lain berjarak. Morning Horny tentu berhak membuat (atau ga membuat) pernyataan mereka sendiri di media milik mereka sendiri. Mereka berhak menjelaskan apapun, mengklarifikasi apapun soal acara itu bahkan menertawakan apa yang saya tulis sesuka mereka. Yang pasti apapun yang mereka tulis ga akan merubah pendapat saya tentang Danu sebagai kawan baik, juga ga akan merubah pendapat saya perihal ideologi yang selalu disalahpahamkan.

6. Isu ini berangsur menjadi menjijikan seperti gosip tabloid. Isu krusial tentang otoritas dilibas oleh isu-isu sampingan yang malah sama sekali ga penting. Ketika sebuah gagasan ga lagi bisa memprovokasi, diskusi sudah saatnya disudahi. Time to put action where your mouth is and practice what you preach.

7. Life goes on. Now, move on.


Cheers,
-GJG-

Selasa, 14 Januari 2014

LIBERTY, FREEDOM, AND CAPITALISM

RESPECT YOUR FUCKIN SELF BEFORE RESPECT EACH OTHERS

UNITED MUST BE STAND UP RESPECT YOUR FUCKIN SELF BEFORE RESPECT THE OTHERS INTROSPECTION YOURSELF BEFORE YOU COMMENT ABOUT THE OTHERS WE ARE SAME BUT WAS DIFFERENT AROUND US NEVER ENDING WE DISCUSS DIFFERENCES WE MUST MORE DOING FOR FIX OURSELF WE MUST MORE PREPARE FOR THE FUTURE LIFE IS NOT FOR NOW…BUT STARTING FOR NOW UNDERSTAND WHAT THE FUCK THAT LIFE…BEFORE IS TOO LATE GET WHAT YOU ASPIRE THE KEYS ARE HARD WORK (“PLAY HARD KILL THE REST”) WITHOUT DESPAIR AND MAXIMIZE WHAT YOU HAVE…WE ARE YOUNG AND WE ARE NEXT GENERATION BULLSHIT AND FUCKIN BIGMOUTH ARE STUPID HOPELESS!!!

NO MORE FIGHT.
WOY TAI. AKU NULIS HURUF KAPITAL ADA TUJUANNYA. BIAR AKU GA JADI ORANG KAPITALIS. AH TAI YA.


CHEERS,
-GJG-

Kamis, 02 Januari 2014

HOWARD SCHULTZ (fyi)

Wuaawwww! Apakah kalian sedikit terkejut ngebaca judul artikel yg ini? Atau biasa saja? Atau malah kagak ngarti nama siapa itu? (makanye dibaca ini biar paham) hhh... Memang sejak awal tahun ini aku memulai langkah-langkah baru yang niscaya bisa meluluhkan hati anda-anda sekalian untuk selalu berkembang setiap tahunnya, setiap bulannya, dan terutama setiap akhir pekan nanti (dibaca: wiken) (tulisannya: weekend).

Tulisan ke 50 ini, aku memang ngetik Howard Schultz (susah ya namanya) sebagai judul artikel. Nama ini bukan sekaliber A. Einstein, W. Isaacson, atau bahkan S. Jobs. Jadi tolong perkenalkan, Howard Schultz ialah pengusaha dunia yang ga ada dikoleksian buku biografi atau dikumpulan film-film kalian. Makanya ini aku bahas, ga macem-macem deh biar kalian ngelihat semangatnya, udah gitu aja.

Jadi gini...
Setelah sekian lama berkutat dengan hal yang berbau dengan bukaan tambang. Akhirnya semalem aku bisa ngelepas penat, nah pas ngopi aku duduk di depan screen yang mutarin documenter shortfilm tentang pemilik warung kopi ini. Kami bertiga hening nonton shortfilm yang ga pernah diputar dilayar kaca kami. Udah deh ya tanpa ba bi bu ini review versi ingetanku.

===============================================

Dalam shortfilm otobiografinya: "Bagaimana Starbucks membangun sebuah perusahaan secangkir demi secangkir," Howard Schultz menceritakan gimana dia merintis dan menjadikan Starbucks sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia. Awalnya idenya ditolak dan dilecehkan bahkan dianggap gila oleh ratusan orang. Tapi ini ga membuat dia nyerah gitu aja, malahan makin bergairah.

Itulah kisah nyata yang dialami oleh Howard Schultz, orang yg dianggap paling berjasa dalam membesarkan kedai kopi Starbucks.
"Secangkir kopi satu setengah dolar? Gila! Siapa yang mau? Ya ampun, apakah kamu kira ini akan berhasil? Orang-orang Amerika ga akan pernah mengeluarkan satu setengah dolar untuk kopi."
Itulah sedikit dari sekian banyak ejekan yang diterima Schultz, sewaktu punya ide untuk ngubah konsep penjualan Starbucks.

Awalnya, Schultz adalah seorang GM di sebuah perusahaan bernama Hammarplast. Suatu kali, dia dateng ke Starbucks yang pada awalnya hanyalah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang sudah disangrai. Toko ini dimiliki oleh duo Jerry Baldwin dan Gordon Bowke (kalao ga lupa namanya sih itu) sebagai pendiri awal Starbucks. Mereka memang dikenal sangat tertarik mempelajari tentang kopi yang berkualitas. Melihat kegairahan mereka tentang kopi, Schutz pun memutuskan untuk bergabung dengan Starbucks, yang kala itu baru berusia 10 tahun. Schultz senantiasa berusaha beradaptasi dan mencoba mengenalkan berbagai ide untuk membesarkan Starbucks.

Suatu saat, Schultz datang dengan ide cemerlang. Dia mengusulkan untuk mengubah Starbucks menjadi bar expresso dengan gaya Italia. Setelah perdebatan yang panjang, keduanya menemui jalan buntu. Baldwin menolak karena meskipun idenya bagus, Starbucks sedang terjerumus dalam utang sehingga ga akan mampu membiayai perubahan. Schultz pun lantas bertekad mendirikan perusahaan sendiri. Belajar dari Starbucks, dia ga mau berutang dan memilih berjuang mencari investor. Dan, pilihan inilah yang kemudian membuatnya harus bekerja ekstra keras. Ditolak dan direndahkan jadi bagian keseharian yang kudu dihadapinya.

Dengan uang yang terkumpul dari usahanya, akhirnya dia berhasil membeli Starbucks dari pendirinya. Namun, kerja keras itu ga berhenti dengan terbelinya Starbucks. Waktu terjadi akuisisi, dia mendapati banyak karyawan yang curiga dan memandang sinis perubahan yang dibawanya. Tetapi, dengan sistem kekeluargaan, dia merangkul karyawan dan bahkan memberikan opsi saham sehingga sense of belonging karyawan menjadi meningkat (cara cerdas kan ya).

Dibantu dengan beberapa orang kunci di perusahaannya, kini Schultz udah berhasil ngembangin Starbucks hingga puluhan ribu cabang di seluruh dunia. Dia juga menekankan layanan dengan keramahan pada konsumen, dan di sisi lain, memperlakukan karyawan sebagai keluarga. Dengan cara itu, Schultz terus berekspansi hingga terus menjadi kedai kopi terbesar.
Jadi yang aku seneng dari Schultz adalah dia gambaran kegigihan seseorang dalam membayar harga sebuah pencapaian untuk mewujudkan ide yang diyakininya. Seperti yang kawan saya bilang: "Ada harga yang pantas buat sebuah pengorbanan. - Matte Suck."


Cheers,
-GJG-