Selasa, 08 Oktober 2013

KARMA

Kalau katanya John Lennon:
"Instant Karma's gonna get you
Gonna knock you right on the head
You better get yourself together
Pretty soon you're gonna be dead."
- Instant Karma -

Ga tegas nih ya judul artikelnya, apaan sih malah ngebahas karma? Itu kan malah nyumpahin. Gausah takut ini hanya judul, tenang aja isi artikelnya tentang karma juga kok, hhh... Karma yang universal tapi. Agak lama juga nulis materi ini hampir seminggu. Aku nyari bahan pikiran yang agak jernih, supaya Karma yang ini ga terjerumus ke Karma yang sering di tweet si Regina. Jahat banget si Regina emang, nge-Karma-in si itunya gitu, diih parah!
Jadilah seperti anak kecil, hilangkan prasangka agar tercipta karya-karya karma.
Tidak ada karma yang tiba-tiba muncul. Karma kreatif selalu berawal dari karma yang pernah ada sebelumnya. - Sir Joshua Reynolds.
"Think left
and think right
and think low
and think high.
Oh, the thinks you can think up if only you try!"
- Dr. Seuss -

Lets read and be friends!

Aku nyebut Karma sebagai hukum sebab-akibat semesta yang berlaku dalam berbagai agama dan keyakinan. Tapi kalian belum-belum udah alergi dengar KARMA.

Ah aku sedih... Ternyata sebagian kawan-kawanku dalam beragama masih ngejar formalitas. Padahal aku nyebut karma ga ada hubungannya ama agama tertentu. Once again: Ini universal.

Hati-hati terhadap karma dari kebencian. Kalau kalian ngebet Pak Akil Muchtar yang ketua MK itu segera diadili karena benci koruptor, bisa jadi kalian atau keluarga kalian tar kena kasus serupa.

Aku ga sreg sama FPI. Tapi sekuat-kuatnya aku berusaha terlepas dari kebencian pada FPI dan tetap ingin fair melihat kasus FPI.

Diberita-berita, madia massa lainnya pemberitaannya ga sedikit polisi yang gencar memberantas kasus narkoba, tapi memberantas dengan kebencian. Eh... anak atau keponakannya kena kasus narkoba.

Oke tambahan:
Penggagas UU Pornografi yang menggagas itu karena kebencian terhadap pornografi, emang bisa kena karma.
Sama halnya penggagas UU antikorupsi yang menggagagas itu karena kebencian pada koruptor-koruptor, mungkin suatu saat kena jeratan karma korupsi juga.

Aku setuju, jika hidup ini adalah perjalanan maka kargo terberat dan paling merepotkan adalah kebencian.

Mau terhadap kuasa pertambangan, mau terhadap SK Migas. Satu pesanku jangan sekali-kali mengkritik dengan kebencian. Ini juga peringatan buat aku sendiri.

Salah satu alasan kenapa saya mendewakan Rancid dan trio punk Endank Soekamti (bukan Kamtisnya). Mereka lebih menyuarakan aspirasinya dengan pola pikirnya tanpa mengkritik atau membeda-bedakan. Bahas Rancid pasti mengarah ke Green Day yang lebih dikenal oleh masyarakat mainstream di USA. Green Day juga ada di playlist saya, mereka band besar, tetapi disetiap live perform-nya Billie Jo Armstrong selalu mengandung unsur pencucian otak. Rancid? Liriknya segar, membuka wawasan pendengar bagaimana suasana di East Bay Night, menyampaikan kegiatan-kegiatan di komunitasnya, finest line up ever for Rancid. Lalu kenapa Endank Soekamti bukannya ada Superman Is Dead atau yang lebih dedengkot Marjinal. Jrx si penabuh drum SID terlalu frontal dalam membenci sesuatu yang diluar pemikirannya, sedangkan Marjinal itu jiwa punk-nya kuat melekat segalanya dikorbankan demi punk. Sehingga pemahaman punk-nya kurang membumi. ES trio punk dari Yk yang sangat down to earth, menjadi landasan saya untuk menjiwai punk tanpa harus selamanya berada di circle punk.

Kita kritik Pak Jokowi-Ahok karena kita ingin situasi macetnya lebih baik, bukan karena kebencian. Ini gampang diucapkan tapi susah dipraktikkan. Tapi kita coba.

Seorang kawanku yang memberantas narkoba dengan kebencian, akhirnya keponakannya meninggal dunia karena overdosis.

Aku punya kawan yang kerja di BNN namanya Bima akrabnya Bimex/bmx. "Sistem pemberantasan narkoba yang kantormu terapkan demi tegaknya hukum apa karena kebencian pada pelaku?" Si Bmx itu ga bisa jawab.
Bimex mikir lama, lalu bilang "Wah, aku ga bisa bedakan sudah, demi tegaknya hukum atau karena kebencian ke bandar-bandar narkoba."
Anak-anak di SMA saya dulu banyak yang pemakai, tapi luar biasa mereka-mereka itu masih bertanggung jawab dengan studinya masing-masing. Bahkan ada yang masuk 3 besar saat pembagian raport. Kalau kayak gini gimana aku bisa benci sama mereka? Beda dengan Bimex sewaktu belum gawe di BNN, begitu tau kalau ada kawan yang pengguna maka Bimex langsung ngejauhin.

Lalu aku tanya lagi, "Ada ga kakak atau keluarga yang kena kasus narkoba setelah pemberantasan itu?"
Bimex berkaca-kaca, menjawab lirih, "Ada. Keponakanku meninggal. Semiggu lalu overdosis." Maka wasapadalah dengan kebencian.

Yang paling bikin kita sempoyongan bukan melawan goverment dan DPR, tapi menggerus kebencian dalam diri setiap kita.

Tuhan, salah satu mahan karya-Mu adalah tipisnya batas antara perjuangan dan kebencian, setipis dan setransparan lingerie-nya Asia Carera antara hidup dan mati.

Semoga twit-twit antarkita beberapa kali tiap tengah malam yang penuh hhh...(hahahahihihi) dan flirtings-an itu sejatinya adalah upaya menyatukan airmata untuk menenggelamkan kebencian. *si Tiang mah pasti paham!*

Sumber dari segala sumber revolusi haruslah CINTA, ga haramkan nyelipin unsur cinta? Lha, Bulux Superglad yang dulu salah satu personil di Antiseptik (band punk pertama di Jkt) juga ngomongin cinta kok (simak: asmara punkrockers). Cinta pada situasi yang lebih asyik tentunya, bukan karena kebencian kepada sang mantan.

Eh Jo, menurutmu lebih mungkin mana: mencintai cinta apa membenci kebencian?
Thx untuk seluruh respon kaliantentang cinta dan kebencian. Kalau cinta kalian cintai, kebencian kalian apain?

Mari latihan menghilangkan kebencian tapi ga dengan membencinya. Emang susah, tapi minimal tantangan sudah aku ucapkan padamu.

Kalau ga yakin bahwa kebencian dapat kita halau tanpa membencinya, buat apa kami berbalas tweet?

Silahkan marah ke PSSI, tapi please jangan dengan kebencian. Ini terutama peringatan kepada aku sendiri. Sekian.

Wah ternyata artikel ini belum bisa saya akhiri. Masih ada seputar kasus aparat pertambangan di daerah. Hhh...

Siapa akan bersaksi: pejabat dan pengusaha tambang apakah hidupnya, keluarganya? Apa anaknya sering sakit, istri atau suaminya?

Maksudku adakah yang bersaksi bahwa kehidupan pejabat dan pengusaha tambang tuh ga happy?
Jadi maksudku, tanpa pengadilan pers dan rakyat, pejabat dan pengusaha tambang sudah tersiksa akibat karma.

Kawanku di Kaltim pernah bilang: semua pejabat dan pengusaha tambang enak Jo, kaya raya apa-apa lancar.

Emang ada yang ngaku? Aku ga yakin. Masa hukum karma boong sih. Jangan lihat luarnya (jumlah mobil, rumah, baju, dll), tapi lihatlah kehidupannya. Hubungan dengan anak-anaknya, kesehatan, dan lain-lainnya.


Cheers,
-GJG-

Selasa, 01 Oktober 2013

MINDER #2

Pagi ini otak lagi semangat untuk ngelanjutin artikel Minder #1. Ya diskusi hangat malam itu dengan kawan yang biasa aku panggil Adis dari lengkapnya Andisa, aku dapat spirit dari kutipan Adis: "Membahasakan apa yang dipikirin itu ilham Jo, syukurin itu!" Oke Dis, thx. Ini hasil semangatmu.

Ini lho ciri-ciri Minder

Ciri bangsa minder:  Teater Sujiwo Tedjo dan Kabaret Butet Kartaradjasa yang tiket HTM-nya 100k aja cocotnya ribut, tapi tiket Metallica jutaan malah diborong sekalian sok ngebayarin pacarnya masing-masing.
Ciri lainnya: Punya gaya tersendiri yang tropikal, tapi lebih bangga pakai jas acara-acara resmi.

Minder itu pakai produk asing, tapi dengan tata cara yang menurut asing juga. Bukannya pakai sepatu yang digrowongi jadi selop. Bukannya pakai jas yang digrowongi jadi beskap jadi bisa untuk tempat keris di punggung. Pakai BB tapi broadcast untuk masarin Volcom, Rusty, dll, bukannya untuk memasarkan produk lokal sendiri: nasi rawon, gado-gado, nasi pecel, dan lain-lain. Oooh vagh, laper! (sambil sms chandra ah, tar sarapan pecel seberang depan ambarukmo hotel).

Kalau aku pakai caraku sendiri, yaitu topi trucker. Ga minder bukan berarti antiasing. Sepatu merahku tuh Emerica, pabrikan footwear skateshoes yang menurut aku higher quality, tapi aku pakai menurut versiku. Aku kombinasikan dengan topi trucker (foto tar di-upload pas jaringan kencang), topi itu kadang aku pakai buat bepergian ke luar jawa juga, sekalian memperkenalkan ke masyarakat lokal setempat.

Sebelum nulis tentang minder ini, aku pernah cerita hal ini juga di tongkrongan, kadang sama anak kos pernah juga, dengan rekan di SDAconsultant. Dari kesemua itu aku ingat ada kawanku nyelethuk:
"Balik lagi Jo, katanya budaya negeri ini, nyatanya kamu pake iPhone, hayoo."
Minder itu make produk asing untuk kepentingan asing. Aku pakai iPhone untuk ngasih tau rute perjalanan kalo di lapangan pas survey batubara. Ngasih tau kapan ada event band indie lokal perform, terus ngajakin untuk support mereka yang bermusik dengan jalur cutting edge. Nge-share foto yang bermanfaat di media sosial, serta searching di Safari kalo pas lagi senggang atau lagi ga ngerti sesuatu. Orang naik haji pake pesawat bikinan Amerika, tapi untuk kepentingan Islam. Apakah mereka minder? Jangan segampang itu mengartikan minder. Kalo kita beli tank Amerika untuk menghancurkan Pulau Bunyu (bagian kecil dari pulau-pulau di Kalimantan Timur), itu minder. Tapi kalo kita beli tank dari Italia dan Jerman agar pedagang mie ayam dari Belitung Timur bisa naik dan menyerbu Eropa, itu bukan minder coiii.

Hmmm, bener ga sih kita minder? Ah, kayaknya minder deh.

  1. Kalo ga minder, mana mungkin tiap ada festival jazz yang namanya terpampang gede-gede bahkan ada fotonya di baliho itu pemusik asing. Terus Glenn Fredly, Syaharani, dan Indra Lesmana kecil-kecil hurufnya dan nyempil di spanduk?
  2. Kalo ga minder, mana mungkin perjanjian-perjanjian migas jauh lebih nguntungin asing ketimbang kita?
  3. Kalo ga minder, mana mungkin produk-produk di mall kebanyakan produk luar ketimbang dalam negeri. Vietnam aja ga gitu, mereka menjual produknya sendiri di mall.
  4. Kalo ga minder, mana mungkin kita mau disetir Bank Dunia, dll. ~rupiah lemah syahwat~
Tapi mungkin ga sih kita ini ga minder, lha negara-negara lain aja seperti Australia, agak-agak takut gimana gituu sama Amerika...apalagi kita. Ga masuk akal kalo ga minder.
Tapi apakah hidup semuanya harus masuk akal?
Coba inget-inget deh waktu kamu nembak gebetanmu, emang caranya masuk akal? Apakah semuanya harus kamu rumuskan rencana-rencananya, gimana, dan kapan mengucapkan tembakan itu, DOORRR! Sering kali nembak itu spontan aja dan didorong oleh rasa nekat yang beralaskan perasaan kalo aku suka dan say.............................tiiitttt$$$%%%%. Nekat itu selalu ga masuk akal, yang masuk akal adalah berani.

Mumpung tahun depan 2014, kudu cerdas untuk menyaring menghadapi hawa politik. Kadang aku terpikir salah satu syarat jadi presiden Indonesia adalah ga punya riwayat minder dalam hidupnya. Jika ada capres yang dari data intelijen diketahui bahwa dulu waktu SMA pernah malam mingguannya naik angkot kalo mau ngapel tapi sesampainya didepan rumah gebetan malah balik kanan karena ada tamu pria lain datang dengan mobil, yang capres kayak gitu jangan dipilih jadi presiden. Menghadapi saingan bermobil aja takut, apalagi menghadapi PT. Freeport.

Hmmm...aku ga pernah puasa, tapi selalu coba menghormati yang puasa. Tapi aslinya yang paling berat dalam puasa adalah menahan diri dari rasa minder! Sekian, tks.


Cheers,
-GJG-


Selasa, 24 September 2013

MINDER #1

 ~ Semakin kamu ga pernah sombong, semakin kamu jarang minder! ~


Minder dan sombong itu jodoh, bertemunya pada orang yang kerjanya ga lain cuma banding-bandingin diri terhadap orang lain.

Dibawah ini sepenggal ocehan Erix (punkrockers) yang masih aku ingat saat minggu lalu lehernya di rajah oleh Oni sang tatois sekaligus owner di Killcat tattoo studio. Erix terdengar ngoceh kesana-kesini karena untuk mengurangi dan melupakan rasa sakit ketika jarum menari-ria di lehernya.
Kalau sejak kecil ditanamkan bahwa kita dijajah asing 350 tahun lebih, ya beginilah jadinya bangsa ini. Minder! Mestinya dikasihtau bahwa 350 tahun itu berperang melawan asing. Yang takluk sama asing 350 tahun tuh kan cuma keraton-keraton tertentu. Di luar keraton rakyat terus bergolak. Kerajaan-kerajaan luar Jawa malah baru belakangan takluk. Ternate dan Bali misalnya malah baru takluk pada hampir-hampir proklamasi kemerdekaan.
Dalam buku baru terbitan Komunitas Bambu Bukan 350 Tahun Dijajah malah disebutkan kita hanya dijajah 40 tahun. Sisa waktu 310 tahun malah digunakan oleh Belanda untuk menaklukkan kita.
Pilot Garuda pernah protes karena gaji pilot asing di Garuda dua kali lipat gaji pilot pribumi. Itu karena para pemimpinnya minder? No, kita ga kalah kok. Bukan cuma pilotnya, kemampuan teknis polisi kita hebat-hebat. Intel kita hebat-hebat. Ilmuwannya juga. Ini cuma soal mental!

Kalau perlu bikin cerita bohong dan ngawur juga gapapa demi kebanggaan anak-cucu. Amerika kurang ngawur gimana. Mereka keok di Vietnam, tapi sok jagoan bikin Rambo! Dan kita semua plok plok plok *tepuktanganriuh.

Sepanjang pengalaman hidupku, mereka yang bahasa inggrisnya semakin casciscus malah minder terhadap bule. Hanya ada satu dua perkecualian. Aku pernah melihat ibuku ga ketawa ketika seorang siswi SD membaca islen untuk island yang mestinya dibaca ailen. Diam-diam aku salut kepada ibuku (padahal beliau aku anggap diktator, simak di: anakmu ibuku atau baca: dewasa demi masadepan).
Umumnya orang yang inggris-nya casciscus akan menghina setengah mati bangsanya sendiri, tapi mengkeret menghadapi bule. Banyak orang Indonesia yang menertawai Inggris-ku karena berpengucapan atau berlogat Jawa-Kalimantan, padahal kalau bule-bule yang dengarkan aku ngomong, mereka mengerti dan tidak menertawakan aku. Termasuk dalam presentasiku terakhir di PT. Arutmin (Arizona Utah Mining) perusahaan batubara di Kalimantan Selatan, Juni 2012, profesor-doktor disana sama sekali tidak menertawakan bahasa Inggris-ku.

Kenapa aku ga minder? Mungkin sejak kecil bapakku memperkenalkanku pada kesenian Reog dan aku bangga terhadap identitas itu. Seandainya kalian yang Padang bangga akan randai dan kana, kamu yang Batak bangga dengan tortor dan gondang, anda yang Betawi bangga dengan gambang kromong, situ yang Bugis bangga dengan la galigo, dan lain-lain... masa sih kita minder menghadapi bule?

Apakah kawan-kawanmu minder? Bukan cuma kepada bule lho. Umumnya orang minder itu karena, itu tadi, suka ngebanding-bandingin diri. Hasilnya kalau ga sombong ya minder. Kamu jago gitar ya di jago ronda? Terus kamu bangga? Merasa paling wah? Pasang foto di sosial media pake gitar? Pasti kamu minder kalau tampil di depan John Paul Ivan, Bondan Prakoso, atau bahkan Lars Frederiksen. Coba kalau kamu ga sombongdengan permainan gitarmu di Karang Taruna, pasti kamu biasa-biasa saja tampil di depan para maestro gitar. Karena yang penting kamu memainkan maksimal yang kamu bisa, baik di depan tongkrongan kampungmu maupun di gebyar industri musik tanah air.

Wanita yang memiliki satu tas Hermes sombong pada perempuan bertas Prada, pasti minder di depan yang tas Hermes-nya gonta-ganti sesuai warna baju dan lipstiknya. Hhh...pasti itu, silahkan kalian tanya ke wanita-wanita kalian yang peminder (tukang minder).
Hhh...saya coba anabel.
Anaaaabel?? Apa itu?
Analisa gembel.
Lho lukisan emang ada yang gembel?
Kalo lukisan itu Monalisa...!!! Tapi ini Analisa, dongo aah...
Oooh, Monalisa itu bukannya yang disilet-silet di Malaysia, tho?
Aduh, itu Manohara.
Hhh... au dah pokoknya saya gek mumet, lanjut sesuk yo..................*bersambung*


Cheers,
-GJG-

MALAM INI HUJAN

Di sudut sempit sosok yang rapuh sembunyi, mengalir kencang darah.
Dialah hati yang telah menanggung dan perih.
Gigih...
Menahan diri, mata pun sayu dan letih, hingga malam telah pergi.
Singkat yang aku tulis gak akan buat kamu mengerti.

Temukanlah misteri yang menakuti diriku seakan gak mudah langit padamkan sinar.

Benarkah ini halusinasi dan mimpi ataukah kenyataan?
Beri sedikit waktu untukku tertiiii...duurr.

Aku temukan mawar yang indah di sana, jauh, dan gelap.
Namun ku takkab habis melihat dia selamanya.
Dan saat ini ku rasa berbeda.
Disana MALAM INI HUJAN.

Dan gugurlah mekar merah indah didalam hati kamu dengar.
Namun aku gak akan lagi kamu lihat.


Cheers,
-GJG-



Referensi:
Suitcase for Kennedy

Senin, 16 September 2013

SK8

SELAM, selamat malam kawan.
FYI, tar lagi ada event sk8 (baca: skeight) Viva la balkot tauuk. Lahh aku disini masih padat merayap sama garapan yg katanya menjamin masa depanku. Ternyata ini malem aja nulis karena gatel kaki pen ngulik-ngulik. Sekedar asal ngoceh yang tumben sekiranya bakal singkat.

Maen sk8 (skate) itu sangat mudah:

  • Beli papan skate.
  • Sabar, jangan turuti napsu untuk harus cepat bisa bermain seperti skateboarders idola kalian (ga mungkin bisa dalam 1 jam, 1 bulan, 1 tahun). Bertahap dongo!
  • Pelajari komponen papan, kelengkapan, dan fungsinya (Gambar dibawah aku share).
  • Nonton skatevid (video), perbanyak download, kalau jaringan internet lagi lemot di saranin download yang 3gp aja, tapi gambarnya pecah-pecah, konak/ngacengnya juga bakal ga stabil ----> indekos ~ in the hoy. Hhh...
  • Ollie, shove it, kickflip, tailslide, frontside K-grind... Asiiik padahal aku juga belum tentu bisa.
  • Sering-sering main gabung sama komunitas, jangan sok jago karena pengalaman dr kawan-kawan sepermainanku, kami males ngelayanin orang yang sok waahh...
  • Kuasai pelan-pelan dari run dan variasikan dengan ollie.
  • Kalau mau jago harus berani jatuh. Tapi yg jatuh mulu belum tentu jago juga ciiing. Kalau aku dua kali patah tulang. Biasa skateboarders kalau cedera ya patah tulang bahkan kepala bocor darah pada ngocor, ketabrak motor, kalau naksir langsung di DOR... *tembak.
  • Jangan terlalu galau dan kontrol emosi saat belajar atau memainkan papan tercinta, apalagi diatas obstacle atau banks. Pasti kraaaakkkk, koyo aku mungkin. Patah tulang.
  • Ceritakan pada mama papa untuk sumbangsihnya, YK need skateparks, seriously!!!

Mencoba mentelaah, apa saya masih pantas?



  1. Griptape
  2. Nose
  3. Riserad
  4. Baseplate
  5. Hanger
  6. Nuts
  7. Bushings
  8. Bearing
  9. Wheel
  10. Spacer
  11. Axle Nuts
  12. Trucks, a. Kingpin
  13. Tail
  14. Deck
  15. Mounting

Cukup sekian dan terima jodoh!!!


Cheers,
-GJG-

Jumat, 13 September 2013

PUSTAKA #3 (rencana pengembangan kawasan pertambangan)

FYI, sekedar perencanaan dan pengembangan wilayah.
Silahkan untuk draft klik, dan untuk slide power point klik.


Salam,
-GJG-

Selasa, 27 Agustus 2013

ORISINAL VS OTENTIK (salah tingkah)

Beberapa perempuan Melayu lari dan menghindar dari matahari mungkin karena ia ingin otentik dan baru.
Karena there is nothing new under the sun.

Tanggapan "wow" atau "keren" ga selamanya buruk. Kadang aku merasa surprised ketika beberapa tulisan di blog-ku ini ditanggapi dengan kosakata umum tersebut. Sedang nulis (heitt ngetik ding) artikel tentang kegundahanku malah ditanggapi "keren". Ini membuat aku tersenyum dan terkesan ganteng. Yaiyalah, mereka yang habis ngebaca blog-ku langsung private messages ke aku untuk nanggepin, tapi tanggapannya KEREN, uda gitu doang, kriiik!! Kan ga jelas apanya yang keren, aku mah nangkepnya mereka bilang aku yang keren (bukan tulisanku). Hhh... kalo itu emang dari lahir. Thx mom, thx dad, berkat sikuel percintaan kalian terlahirlah anakmu yang dibilang keren oleh kawannya.

Ingat!!! Yang bilang itu kawannya, bukan media massa. Bisa aja si kawan itu bencis atau homreng. Hhh... Tetapi sesungguhnya, tanggapan "wow" atau "keren" membuatku jengkel karena saking mewabahnya kata-kata itu.

Ngadepin penulis berbakat seperti aku ini (asseeekk) jangan dengan cara-cara umum dan klise. Be authentic-lah. Jiwaku akan tergerak, hhh...

Otentik dan orisinal itu lain. Ga ada yang orisinal di jagad raya ini, semua saling "meniru" dan "menginspirasi". Contoh, kamu ga usah capek-capek membuat bahasa baru agar orisinal. Pakai aja bahasa yang udah ada, tapi kamu pakai secara khas versi kamu.

Buat apa kamu berusaha mati-matian menemukan kata lain untuk papan, untuk makan, dan untuk depan, kalau semuanya sudah ada di dalam sejarah. Pakai saja kata-kata itu. Pakai saja kata-kata yang sudah tersedia dengan tata bahasa yang sudah tersedia juga, tapi dengan gaya yang khas kamu.
Tidak ada lagi kebaruan, semua kata pernah dikalimatkan. Pilih sisanya diudara, ucap lagi dengan mulutmu. Tak ada yang baru di bawah matahari. _Farid | Fstvlst.
Buat apa capek-capek kamu menemukan tablet, instagram, smartphone? Manfaatkan aja semua itu menurut selera dan tujuanmu sendiri. Tugasmu adalah menemukan hal lain melalui berbagai perangkat itu. Kamu bisa bikin film, ber-citizen journalism, bikin sketsa maupun lukisan yang menjadi obsesimu sendiri.
Contoh selanjutnya: Kamu ga usah capek-capek menemukan bahan lukisan orisinal. Pakai aja yang uda ada dari nenek moyang, misalnya cat minyak, atau akrilik, atau krayon, tapi melukislah khas kamu. Meskipun saya ga bisa ngelukis, tapi saya nulis (eeh ngetik ding).
Masih ada lagi. Capek-capek nyari tangga nada baru? Udah aja dari tangga-tangga nada yang sudah ada (pentatonik, daitonik, dan lain-lain) kamu bikin lagu khas kamu.
Oh ya, satu lagi. Ngapain capek-capek nemukan Hukum Newton?? Pakai aja dalil dan hukum warisan itu buat keperluan khas kamu. Ga usah sok deh, aku aja ga pernah ngaplikasiin hukum ini. Hhh...
Charles Darwin juga ga orisinal-orisinal amat tuh. Sebelumnya ada pemuda India (lupa aku namanya) yang punya pikiran soal evolusi. Tapi cara-cara yang digunakan Darwin untuk menjelaskan argumentasinya dinilai otentik walaupun mungkin ia terpengaruh oleh Wallace yang juga melakukan observasi seleksi alam di Ternate.

Padi juga ga orisinal kita, dari India (kok India mulu sih, negaranya Katrina Kaif soalnya). Tapi cara bertani padi orang Bali, orang Jawa, orang SUnda, dan lain-lain otentik.
"Jo, apa otentik itu harus nyentrik di mata umum??" Tanya si kawan yang lagi gitting.
"Ga harus juga kali. Yang penting mah kita ngerasa merdeka. Kalo dengan jaket kulit udah merdeka, ya gooo kita ikutan upacara agustusan." Jawabku sinting, sambil jemur jaket.
Aku ganti LOL dengan "Hhh..." pertama-tama bukan agar beda atau nyentrik, tapi bagi aku ketawa tuh bagusnya campuran ngakak dan tangis. Itulah kemerdekaan bagiku. Yaitu menafsirkan tawa dan tangis secara gado-gado. Kenapa gado-gado? Karena itulah makanan kesukaanku, hhh...

"Hhh..." itu bisa saja:
1) hahaha,
2) hehehe, dan
3) hihihi, bahkan
4) hohoho, atau malah
5) huhuhu.
Terserah kawan-kawan mau mengimajinasikan tawaku seperti apa, bebas! Ada yang bilang bebas itulah merdeka. Jadi selain merdeka, aku juga memberi kebebasan kepada kawan-kawanku yang membaca tawaku. Merdeka dan bebas itu identik dengan punkrock. Punya jalur dan semangat hidup sendiri untuk mendobrak tujuan hidupnya, mapan! Mapan dalam punkrock ga harus kaya, tapi mapan itu bisa bebas serta merdeka. Ya balik lagi deh, seputar itu doang ternyata. Bebas - merdeka - punkrock - mapan.

Tapi sebetulnya ini ga baru, sudah lama Semar ketawa secara begini. Tangisnya sudah melebur kedalam tawa, tawanya sudah melebur kedalam samudera tangis *haseeek. Tapi "Hhh..." itu kan dulu cuma sound. Wong waktu jaman Semar itu jamannya sastra tutur, belum sastra tulis. Tawa Semar ga pernah ditulis oleh orang jawa. Tapi kemudian pergaulanku dengan pelaku seni di Yk (baca: anak ISI) yang terkesan lugas dan simple menimbulkan inspirasi buat aku untuk menulis tawa Semar "Hhh...". Kemudian "Hhh..." menjadi tawaku di dalam sosmed yang mungkin belum pernah dibayangkan oleh Semar. Lumayan simple kan? Bisa juga di tulis "Hhh" untuk menghemat karakter sms atau medsos.

Aku kemana-mana pakai celana pendek selutut, kecuali kalo sekolah. Di pulauku kalimantan jenis celana ini di sebut celana skater, ntah darimana asal usulnya, padahal Rodney Mullen selalu pakai celana panjang saat ngulik-ngetrik papannya. Sulit membayangkan celana khasku? Kawan-kawan semua uda pernah SMP dong pastinya. Yaa seukuran itu, selutut. Karena pakai celana panjang itu panas, gerah, ga bebas, ga merdeka juga, dan pastinya ga punkrock, hhh... Pakai celana pendek tapi aku tetap bersepatu, biar terkesan rapi dan ga mengecewakan pasangan yang aku gandeng, hhh... It's really interesting. It's like a whole new world to me.

Point-ku, keanehan dan kebedaan janganlah jadi tujuan. Tujuannya kemerdekaan. Di artikel lain aku pernah nulis, berani tampil beda itu hebat! Tapi jangan sok mau beda, kalau kita sendiri ga nyaman ngejalaninnya karena kita di awal perbedaan kita bakal dikucil dan kecilkan. Kalau kita ga kuat dalam beda bakal runtuh deh.
Perbedaan berasa indah sebelum di beda-bedakan. _GJG
Seperti kataku tadi, kalau dengan jaket kulit kamu merasa merdeka, ya GO! Banyak punkrockers yang mendunia itu rapi-rapi. Sebut saja Matt Freeman (Rancid) skill bass-nya sangat liar, seperti di lagu roots radical dan maxwell murder. Tapi Matt Freeman rambut disisir rapi (klimis), boots docmar, lengan baju dilipat dengan berlapis kulit leopard, meskipun seluruh badan bertato tapi karya-karya beliau belum pernah dicekal KPK. Ya itulah rapi menurut saya, bersih dan murni tanpa mengambil atau mengakui hak-hak orang lain.

Gampangnya gini deh...
Orisinil itu asli, dan
Otentik itu khas.
Ga asli gapapa, tapi begitu kamu gunakan yaaa harus jadi khas kamu. Aku ga pake ketawa "Wkwkwk dan Ckckck" tapi pake "Hhh" bukan untuk gaya-gayaan. Tapi karena "Wkwkwk dan Ckckck" bagi aku terlalu sok imut dan terlalu girly. Bagi aku "Hhh..." lebih lugas, jauh lebih macho, dan sangat mengekspresikan kekhasanku.

Tapi ingat lho, khas pun ada batasnya. Ga semuanya harus khas kamu. Kalo kamu nyetir di jalan dua arah dan kamu ambil jalur kanan supaya khas, rasanya bukan otentik tapi DONGO. Mungkin suster-suster di UGD  (setelah kamu kecelakaan) bisa menjelaskan apakah kamu otentik atau ... sangeh.


Cheers,
-GJG-